Tanda Akhir Jaman menurut Berbagai Agama (Sudah Dekat Kah?)
Tidak ada niat saya untuk menakut nakuti
anda semua atau memberi info menyesatkan. jika menurut agama anda tanda
tanda yang saya sebutkan salah anda bisa beri komentar di bawah. hanya
untuk bahan renungan buat kita, apakah tanda tanda akhir jaman sudah
dekat dan apakah selayaknya kita semua sudah waktunya bertobat massal ??
Tanda akhir jaman versi Islam :
Di agama Islam, tanda-tanda kiamat di
antaranya diawali dengan adanya 10 tanda-tanda sebagaimana disampaikan
oleh Baginda Nabi Muhammad SAW, dalam haditsnya Beliau bersabda ;
“Sesungguhnya kiamat itu tidak akan
terjadi sebelum adanya sepuluh tanda-tanda kiamat, yaitu tenggelam di
timur, tenggelam di barat, tenggelam di Jazirah Arab, adanya asap,
datangnya Dajjal, Dabbah (binatang melata yang besar), Ya’juj dan
Ma’juj, terbit matahari dari sebelah barat, keluar api dari ujung Aden
yang menggiring manusia, dan turunnya Nabi Isa.” (Hadits Riwayat
Muslim).
Islam telah menyebutkan bahwa Hari
Kiamat(kubro) ditandai dengan adanya 10 kejadian, diantaranya yaitu ;
- Tenggelamnya di Timur.
- Tengelamnya di Barat
- Tenggelamnya di Jazirah Arab
yang dimaksud dengan tenggelamnya di timur,
di barat dan di Jazirah Arab ini adalah seperti terjadinya Khasf.
Khasf yang dimaksudkan di sini, bukanlah
terjadinya gerhana sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang. Akan
tetapi khasf yang merupakan tanda hari kiamat adalah ditenggelamkannya
manusia ke dalam bumi, sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an ketika
Allah subhanahu wa Ta’alaberfirman tentang Qarun yang tidak
bersyukur dengan kenikmatan yang telah diberikan kepadanya:
“Maka Kami benamkanlah Qarun beserta
rumahnya ke dalam bumi…” (al-Qashash: 81)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
telah menyebutkan 10 tanda-tanda hari kiamat dalam hadits yang
diriwayatkan dari Hudzaifah bin usaid, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallambersabda:
“Sesungguhnya hari kiamat tidak akan
terjadi hingga kalian-kalian melihat 10 tanda-tandanya…….’” Kemudian
disebutkan di antaranya: terjadinya Khasf di timur, di barat dan di
negeri arab. Kemudian diakhiri oleh keluarnya api dari Yaman yang
menggiring manusia ke tempat berkumpulnya. (HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
mengisyaratkan bahwa terjadinya adzab tersebut adalah ketika manusia
telah tenggelam dalam kemaksiatan dan dosa sebagaimana disebutkan dalam
hadits yang diriwayatkan dari Umu Salamah radhiallahu ‘anha .
Beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda:
“Akan terjadi setelahku khasf di timur,
di barat dan di negeri arab”. Saya katakan: “Wahai Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam apakah manusia akan ditenggelamkan,
padahal di tengah-tengah mereka ada orang-orang yang shalih?”Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam menjawab: “Ya, jika mayoritas penduduknya
telah banyak melakukan kemaksiatan (dosa).” (HR. Thabrani dalam
Mu’jam al-Ausath).
Ibnu Hajar al-Atsqalani rahimahullah
berkata: “Telah didapati khasf di beberapa tempat, namun bisa jadi
yang dimaksud dengan kejadian khasf tersebut adalah sesuatu yang luar
biasa (lebih dari biasanya). Apakah lebih dahsyat kejadiannya, atau
lebih luas daerah yang ditenggelamkannya atau ukurannya”. (Lihat
Fathul Bari, juz 13 hal. 84)
- Adanya Asap
Apa yang di makasud dengan Asap..?? Asap
dari Bom Bom yang meledak atau runtuhnya bagunan akibat
peperangankah..?? kalo seandainya ya berarti ini sudah terjadi sejak
meninggalnya Nabi Muhammad SAW yaitu Pertempuran Yarmuk (636 M) Perang
Dunia I (1914 – 1918 M) Perang Dunia II (1939 – 1945 M) hingga sekarang
Perang Palestina – Israel (2008 sampai saat ini)
- Datangnya atau Munculnya Dajjal
Datangnya Dajjal atau kemunculannya Dajjal
ke bumi hingga saat ini masih belum bisa di prediksikan.
- Turunnya Nabi Isa AS
- Munculnya DABBAH / Binatang Melata yang Besar
- Ya’juj dan Ma’juj
- Terbitnya Matahari dari Barat
- Keluarnya Api dari ujung Aden atau Yaman yang menggiring manusia ketempat berkumpulnya.
Mengenai kepastian kapan kiamat tiba, dalam
Islam Allah menegaskan dalam firman-firman Nya, di antaranya:
“Orang-orang yang kafir mengatakan
bahwa mereka sekali-sekali tidak akan dibangkitkan, katakanlah: Tidak
demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian
akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Yang demikian
itu adalah mudah bagi Allah.” (At-Taghabun 64:7).
Tanda akhir jaman versi Kristen
:
Dalam ajaran Kristiani, Alkitab menyebutkan
bahwa kiamat atau akhir zaman akan diawali dengan kedatangan Kristus
yang disertai atau didahului oleh bermacam-macam tanda.
Beberapa tanda tersebut di antaranya:
- Akan datang Kristus-Kristus palsu, yang akan menyesatkan banyak orang.
- Akan datang godaan yang besar, yang akan menjadikan banyak orang murtad; ada penganiayaan, saling membenci, sehingga keluarga pecah-belah, saling bunuh.
- Akan ada perang, dan kabar perang, kelaparan, dan gempa bumi.
Akan ada bencana alam yang besar sekali. Di
langit akan ada tanda kedatangan Anak Manusia. Akan ada banyak orang
berpaling dari iman, murtad. Datanglah “manusia durhaka” yaitu anti
Kristus. Kabar Kerajaan Allah akan diberitakan ke seluruh dunia dan
bangsa Yahudi akan bertobat.
Tanda-tanda tersebut selama berabad-abad
telah diterima oleh gereja sebagai tanda-tanda akhir zaman, sebelum
kedatangan Kristus. Artinya, Tuhan Yesus Kristus tidak akan datang
kembali sebelum tanda-tanda tersebut semuanya terjadi.
Tanda akhir jaman versi Hindu :
Kapanpun dan dimanapun pelaksanaan dharma
merosot dan hal-hal yang bertentangan dengan dharma merajalela, pada
waktu itulah Aku (Tuhan) sendiri turun untuk menegakkannya kembali.
Dalam kitab Brahma Purana, dinyatakan satu hari Brahman (satu kalpa) atau satu siang dan satu malamnya Tuhan lamanya 14 manwantara. Satu manwantara = 71 maha yuga. Satu maha yuga = empat zaman yaitu kerta, treta, dwapara dan kali yuga. Satu maha yuga = 4,32 juta tahun manusia.
Sekarang peredaran alam semesta sedang berada pada manwantara ketujuh dibawah pimpinan Vaivasvata Manu. Ini artinya pralaya atau kiamat total akan terjadi setelah manu ke-14 berakhir (14×71×10000×432=4.294.800.000 tahun manusia). Manu ke-14 adalah Suci sebagai Indra Savarni Manu.
Dalam kitab Brahma Purana, dinyatakan satu hari Brahman (satu kalpa) atau satu siang dan satu malamnya Tuhan lamanya 14 manwantara. Satu manwantara = 71 maha yuga. Satu maha yuga = empat zaman yaitu kerta, treta, dwapara dan kali yuga. Satu maha yuga = 4,32 juta tahun manusia.
Sekarang peredaran alam semesta sedang berada pada manwantara ketujuh dibawah pimpinan Vaivasvata Manu. Ini artinya pralaya atau kiamat total akan terjadi setelah manu ke-14 berakhir (14×71×10000×432=4.294.800.000 tahun manusia). Manu ke-14 adalah Suci sebagai Indra Savarni Manu.
Tanda akhir jaman versi Buddha :
Tanda-tanda “Akhir-Zaman” menurut
Buddha-Dhamma adalah saat timbulnya lima ( 5 ) macam kemerosotan (
kasaya ):
1. Kemerosotan pandangan ( ditthi-sakaya ) : aneka ragam gagasan dan pandangan terbalik muncul di seluruh pelosok dunia dan menjadi dominan di dalam benak manusia.
2. Kemerosotan hawa-nafsu ( kilesa-kasaya ) : manusia hanya mengejar kesenangan dengan menghalalkan segala cara. Segala jenis kejahatan merajalela dan perbuatan tercela ( dengan menggunakan standar hidup kita sekarang ) dianggapnya sebagai norma-norma. Orang-orang yang melakukan kejahatan bahkan disanjung sebagai pahlawan dan dihormati di masyarakat.
3. Kemerosotan kondisi manusia ( sattva-kasaya ) : mayoritas manusia tidak mendapatkan kepuasan batin dan kebahagiaan dalam kehidupan. Saat itu, fisik dan mental manusia jauh lebih inferior daripada saat kita hidup sekarang ini.
4. Kemerosotan jangka kehidupan manusia ( ayus-kasaya ) : jangka kehidupan rata-rata manusia secara makro menurun hingga ke titik kritis.
5. Kemerosotan zaman-dunia ( kalpa-kasaya ) : peperangan, bencana-alam, wabah-penyakit, gagal-panen, dan kelaparan melanda dunia. Saat mengalami ini, lingkungan hidup ( ekosistem dan ekologi ) semakin memburuk.
1. Kemerosotan pandangan ( ditthi-sakaya ) : aneka ragam gagasan dan pandangan terbalik muncul di seluruh pelosok dunia dan menjadi dominan di dalam benak manusia.
2. Kemerosotan hawa-nafsu ( kilesa-kasaya ) : manusia hanya mengejar kesenangan dengan menghalalkan segala cara. Segala jenis kejahatan merajalela dan perbuatan tercela ( dengan menggunakan standar hidup kita sekarang ) dianggapnya sebagai norma-norma. Orang-orang yang melakukan kejahatan bahkan disanjung sebagai pahlawan dan dihormati di masyarakat.
3. Kemerosotan kondisi manusia ( sattva-kasaya ) : mayoritas manusia tidak mendapatkan kepuasan batin dan kebahagiaan dalam kehidupan. Saat itu, fisik dan mental manusia jauh lebih inferior daripada saat kita hidup sekarang ini.
4. Kemerosotan jangka kehidupan manusia ( ayus-kasaya ) : jangka kehidupan rata-rata manusia secara makro menurun hingga ke titik kritis.
5. Kemerosotan zaman-dunia ( kalpa-kasaya ) : peperangan, bencana-alam, wabah-penyakit, gagal-panen, dan kelaparan melanda dunia. Saat mengalami ini, lingkungan hidup ( ekosistem dan ekologi ) semakin memburuk.
Salah satu ciri dari fase turun adalah kejadian yang disebut dengan
“Tiga-Bencana-Besar” :
1. Peperangan,
2. Wabah penyakit.
3. Kelaparan.
1. Peperangan,
2. Wabah penyakit.
3. Kelaparan.
Ada tiga teori mengenai ciri-ciri dari fase turun tersebut. Teori
pertama , menyatakan bahwa pada saat jangka kehidupan manusia mencapai
rata-rata sepuluh ( 10 ) tahun, peperangan berlangsung selama tujuh ( 7
) hari, dilanjutkan dengan wabah penyakit yang berlangsung selama
tujuh ( 7 ) bulan plus tujuh ( 7 ) hari, dilanjutkan dengan kelaparan
selama tujuh ( 7 ) tahun, tujuh ( 7 ) bulan, dan tujuh ( 7 ) hari.
Teori kedua , menyatakan bahwa hanya satu jenis bencana yang akan terjadi di setiap akhir kappa-kecil. Saat jangka kehidupan manusia mencapai sepuluh ( 10 ) tahun di kappa pertama, wabah penyakit muncul ; di kappa kedua api peperangan terjadi ; dan di kappa ketiga, kelaparan melanda. Pola ini berlanjut sampai sepanjang enam-belas ( 16 ) kappa berikutnya, dan setiap bencana berlangsung selama tujuh ( 7 ) hari. Menurut teori ini, kita sekarang berada di kappa kesembilan ( ke-9 ), pada fase menurun, dimana bencana kelaparan akan terjadi saat jangka kehidupan manusia rata-rata mencapai sepuluh ( 10 ) tahun.
Teori ketiga , menyatakan bahwa kala jangka kehidupan manusia mencapai tiga-tuluh ( 30 ) tahun, ada periode kelaparan selama tujuh ( 7 ) tahun, tujuh ( 7 ) bulan, tujuh ( 7 ) hari ; dikala umur rata-rata kehidupan manusia mencapai dua-puluh ( 20 ) tahun, ada periode wabah penyakit selama tujuh ( 7 ) bulan dan tujuh ( 7 ) hari ; kala umur rata-rata kehidupan manusia mencapai sepuluh ( 10 ) tahun, ada periode bencana peperangan selama tujuh ( 7 ) hari.
Teori kedua , menyatakan bahwa hanya satu jenis bencana yang akan terjadi di setiap akhir kappa-kecil. Saat jangka kehidupan manusia mencapai sepuluh ( 10 ) tahun di kappa pertama, wabah penyakit muncul ; di kappa kedua api peperangan terjadi ; dan di kappa ketiga, kelaparan melanda. Pola ini berlanjut sampai sepanjang enam-belas ( 16 ) kappa berikutnya, dan setiap bencana berlangsung selama tujuh ( 7 ) hari. Menurut teori ini, kita sekarang berada di kappa kesembilan ( ke-9 ), pada fase menurun, dimana bencana kelaparan akan terjadi saat jangka kehidupan manusia rata-rata mencapai sepuluh ( 10 ) tahun.
Teori ketiga , menyatakan bahwa kala jangka kehidupan manusia mencapai tiga-tuluh ( 30 ) tahun, ada periode kelaparan selama tujuh ( 7 ) tahun, tujuh ( 7 ) bulan, tujuh ( 7 ) hari ; dikala umur rata-rata kehidupan manusia mencapai dua-puluh ( 20 ) tahun, ada periode wabah penyakit selama tujuh ( 7 ) bulan dan tujuh ( 7 ) hari ; kala umur rata-rata kehidupan manusia mencapai sepuluh ( 10 ) tahun, ada periode bencana peperangan selama tujuh ( 7 ) hari.
Posting Komentar